JAKARTA – Teknologi internet ternyata juga mengancam eksistensi radio konvensional yang mengandalkan frekuensi. Akankan benar-benar menghapus radio konvensional?
Menurut Agung Wirya, pendiri DJ Wirya.com, seperti halnya situs-situs di internet yang selalu datang dan pergi. Begitu juga dengan radio online, banyak juga yang datang dan pergi. Hal tersebut dikarenakan masih kecilnya penetrasi internet di masyarakat dan kurangnya kreatifitas yang mendukung pengembangan situs-situs tersebut.

“Untuk membuat radio online, tidak membutuhkan dana yang besar. Namun untuk mempertahankan eksistensinya membutuhkan kreativitas yang besar,” ujar Agung melalui wawancara telepon, Selasa (18/3/2008).
Dana yang kecil tersebut hanya digunakan untuk infrastruktur radio, hosting dan lisensi penyiaran. Makanya tidak heran jika radio online kemudian harus ditopang dengan berbagai unit bisnis. Di DJ Wirya.com saja, radio online ini tidak hanya menghadirkan situs dan berita musik dan penyiaran namun juga menyediakan solusi IT dalam bentuk bisnis jualan software, event organizer dan promotion spot.
Hasil yang di dapat memang belum bisa menambah pundi-pundi perusahaan, setidaknya dalam waktu dekat ini. Namun begitu,� rasa optimisme tetap ada dalam tubuh radio yang disebut-sebut sebagai radio online komersil pertama di Indonesia. Lagipula, teknologi internet membuat semua hal menjadi tak terbatas sehingga tidak menutup kemungkinan jika keuntungan bisa didatangkan dari celah mana saja.
Agung percaya bawah tren radio akan menuju ke teknologi internet (online) karena menurutnya radio online memiliki jumlah pendengar yang tidak terbatas, bahkan hingga ke pelosok luar negeri. Bahkan banyaknya situs berita musik online yang hidup hingga saat ini pun menambah kepercayaan tersebut.
“Jika situs berita musik saja bisa hidup, apalagi jika ditambah dengan layanan radio online,” ujar Agung.
Namun banyak pakar yang percaya bahwa radio konvensional masih akan tetap eksis seiring dengan tren radio online yang semakin meningkat. Sama halnya dengan media cetak yang belum akan tergantikan oleh media online, atau tren penggunaan laptop yang belum akan mengikis PC.
Penelitian yang diadakan oleh Sega, perusahaan pembuat video game, ini melibatkan sekira 16.250 warga Jepang dari berbagai umur dan jenis kelamin. Namun, survei tersebut mengindikasikan bahwa pengguna ponsel di kamar mandi kebanyakan adalah anak-anak muda yang biasanya menggunakan ponsel untuk kepentingan mengirim email dan mendengarkan musik.
Chatbox memungkinkan pelanggan berkomunikasi dengan rekan-rekannya menggunakan fasilitas chatting, di mana fitur chatting telah begitu populer dan tersedia di berbagai ponsel yang tersedia di pasaran (Nokia: IM+, Sony Ericsson: My Friends). Bahkan bagi yang belum memiliki dapat men-download secara GRATIS dengan SMS ketik CHAT DL kirim ke 8999.








Recent Comments