Archive for April 9th, 2008

09
Apr
08

Asal Mula April Mop

NEW YORK – Semua orang di dunia sudah mengenal adanya hari lelucon pada setiap 1 April. Namun tidak banyak dari mereka yang mengetahui darimana sejarah April Mop ini berasal.

Dilansir melalui Live Science, Rabu (2/4/2008), April Mop dikenal di dunia dengan nama April Fool. Padahal peristiwa ini pertama kali dikenal dengan nama All Fool’s Day di Eropa pada abad pertengahan. Namun menurut mitologi Romawi, cerita April Fool dikenal dari mitos Dewi Kemakmuran Ceres dan anak perempuannya Proserpina.

Kala itu, Dewa Kematian Romawi Pluto berhasil menculik Proserpina dan membawanya hidup bersama di dasar bumi. Syahdan, Proserpina terus menerus memanggil nama ibunya tapi sayang walaupun sang ibu mendengar jeritan anaknya itu namun ia tidak mampu menemukan fisik Proserpina. Akibatnya pencarian Ceres pun hanya sia-sia.

Inilah kemudian yang disebut sebagai harapan yang tak kunjung nyata. Masyarakat Eropa kemudian menyebutnya sebagai All Fool (membodohi semua orang).

Lalu mengapa harus bulan April? teori ini didapat dari legenda pertentangan penggunaan sistem penanggalan. Pada abad ke-16 sistem penanggalan di dunia berganti dari sistem kalender Julian ke kalender Gregorian (hingga saat ini kita pun masih menggunakan penanggalan ala Gregorian).

Menurut sistem kalender Julian, tahun baru harus dirayakan setiap hari mulai tanggal 25 Maret hingga 1 April. Namun karena sistem tersebut diganti mengikuti sistem Gregorian, akhirnya hari pergantian tahun juga berganti menjadi 1 Januari. Bagi mereka yang tidak mengikuti perubahan ketentuan ini dianggap orang bodoh dan menjadi bahan lelucon.

Di Perancis, masyarakat menyebutnya dengan April Fish karena setiap orang yang tidak mengikuti perubahan sistem kalender Gregorian akan dijadikan bahan ejekan dengan menjadikan mereka target pelemparan ikan. Sedangkan di Skotlandia, April Fool lebih dikenal dengan April Gowks (semacam nama burung Tekukur). Dalam tradisi Skotlandia, April Gowks dirayakan dengan menendang bokong setiap orang yang ditemui. Dari sini pula ide mempermalukan orang dengan menyematkan tulisan ‘kick me’ di punggung menjadi terkenal.

April Fool kemudian menjadi semakin luas. Bahkan di internet sekalipun. Pada 1 April tahun lalu Google membuat lelucon layanan Gmail paper dimana pengguna Google diiming-imingi layanan free email yang dapat tercetak dalam sebuah kertas secara otomatis dan gratis. Dan Google menawarkan dokumentasi dan inventarisasi secara gratis.

Tahun ini Google juga membuat lelucon dengan mengundang para pengunjungnya untuk mendaftar mengikuti proyek eksplorasi ke planet Mars

09
Apr
08

Tumbal Bangsa Maya Anak Laki-laki, Bukan Perawan

MEXICO CITY, Tumbal dalam ritual Bangsa Maya Kuno di Benua Amerika mungkin anak laki-laki, bukan gadis perawan seperti diyakini selama ini. Sebagian besar tulang-belulang yang ditemukan di bekas lokasi pengorbanan lebih mirip dengan struktur tulang laki-laki daripada perempuan.

Bangsa Maya pernah mencapai masa kejayaan dengan mendiami wilayah yang membentang dari Amerika Tengah hingga selatan Meksiko. Namun, kejayaan Maya hancur sejak penaklukkan Spanyol tahun 1500-an. Meski demikian, sisa-sisa perabannya yang telah maju masih dapat dilihat dari piramid-piramid yang dibangun di dalam lebatnya hutan.

Namun, Bangsa Maya juga terkenal dengan budaya ritualnya yang kejam. Mereka secara rutin mengorbankan anak-anak untuk memohon hujan dan kesuburan.

“Selama ini diyakini bahwa Dewa menyukai sesuatu yang kecil-kecil dan khususnya Dewa Hujan (Chaac) memiliki empat pembantu yang digambarkan dengan sosok empat orang berukuran kerdil,” ujar Guillermo de Anda, seorang arkeolog dari Universitas Yucatan, Meksiko seperti dikutip Reuters, Rabu (23/1). Jadi, anak-anak dijadikan tumbal untuk berkomunikasi langsung dengan dewa.

Tumbal dilempar ke dalam gua bawah tanah berisi air yang sering disebut juga cenote. Gua yang dikeramatkan itu diyakini sebagai sumber air bagi bangsa Maya dan sekaligus gerbang ke dunia gaib.

Sebelumnya, para arkeolog mengira korban anak-anak yang dijadikan tumbal adalah gadis-gadis perawan. Sebab, tulang-belulang yang ditemukan di dasar gua seringkali disertai perhiasan dari batu-batu permata. Namun, mengenali ciri seksual secara pasti termasuk sulit mengingat tulang-belulangnya belum tumbuh dewasa.

Anda kemudian mengumpulkan sekitar 127 tulang yang ditemukan saat menyelam ke dasar salah satu gua keramat di wilayah Chichen Itza. Setelah dipelajari, sekitar 80 persennya lebih mirip tulang seorang anak laki-laki berusia antara 3 hingga 11 tahun daripada perempuan. Sisanya, menurut Anda, merupakan tulang manusia dewasa.

Ia yakin bahwa bukti-bukti peninggalan budaya yang tertuang dalam mitologi Maya akan memperkuat pendapat bahwa tumbal tersebut memang anak laki-laki.

-kompas-




ADMIN

"Cinta itu menyembuhkan, bagi mereka yang memberikan maupun yang menerimanya"

Calender

April 2008
M T W T F S S
« Mar   May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

c

RSS Unknown Feed

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS Unknown Feed

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Visitor



Supported by


Bookmark and Share Yuk.Ngeblog.web.id Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

Polling

Blog Stats

  • 26,267 People